krudekrucil

Catatan kecil tentang buku, anak-anak, dan lingkungan.

Petualang Cilik

Tinggalkan komentar

20151025_125437-2

Bersyukur nyemplung di grup wasap emak-emak lulusan PSPA Jakarta, diingatkan tentang agenda Petualang Cilik yang diadakan oleh Rumah Perubahan Pak Renald Kasali.  Monggo yang mau ngintip apa itu rumah perubahan, sila ke sini. http://www.rumahperubahan.co.id/

Sebelumnya saya sudah pernah daftar via sms, tapi sayang tak pernah ada respon. Sudah tiga kali daftar via sms saja. Nggak mau patah semangat, meluncurlah ke webnya. Langsung daftar di sana, Alhamdulillah nggak nunggu lama langsung direspon.  Yang mau daftar monggo ke sini: http://petualangcilik.rumahperubahan.co.id/  Tinggal pilih tanggal dan masukkan data, lakukan pembayaran, confirm, selesai deh.

Yuhuu.., we’re coming. Minggu pagi 25 Okt, kami berangkat dari Cikarang pukul 6.30. Berharap tidak nyasar, karena saya paling sering nyasar. Hihihi… mungkin benar, woman can’t read the map. Jangan salahkan saya, emang dari sononya kali yee, hobinya disorientasi arah (nyasar).

Sambil jalan, saya tanya si mbah gugel. Sip, ternyata petunjuknya nggak susah. Keluar tol Jatiwarna, belok kiri arah Kranggan, patokan samping Gardu PLN. Bayangan saya, mana bisa gardu PLN jadi patokan? Iya kalau gardu listrik buat perumahan se cluster emang kecil.

Menyusuri Jl.Raya Hankam yang sempit plus ada galian, kudu ekstra hati-hati. Alhamdulillah yang dicari ketemu juga. Gardu PLN yang dimaksud ternyata besaar dan luas, letaknya di sebelah kanan jalan. Tepat di ujung pagar gardu PLN terlihat plang nama “Rumah Perubahan”. Yes, nggak nyasar euy. Prestasi banget buat saya. Karena baru kali ini ke rumah perubahan. Kerennya lagi, ada petugas di ujung jalan yang membuat kita enggak nyasar. Begitu Tanya, “Mau ke rumah perubahan..” langsung dijawab, “Benar pak, lewat sini.”

Jalan masuk makin menyempit, hanya muat satu jalur. Jika berpapasan, kudu ada yang ngalah. Rezekinya kami, kudu parkir sebentar. Karena ada mobil yang mau keluar. Eh, pas udah selesai, iring-iringan mobil di belakang kami duluan masuk. Ada 10 mobil deh. Hehehe.. rezeki mah udah diatur ya.

Mengikuti petunjuk jalan,  akhirnya kami parkir di tempat yang sudah disiapkan. Masih harus jalan lagi ke rumah perubahan. Dari depan tidak terlihat luas. Tapi begitu masuk.., wow.. takjub. Langsung disambut sama yang hijau-hijau (bukan kodok dan teman-teman). Rimbunnya pohon, jalan yang ditata apik, kolam ikan dibawah beberapa bangunan. Membuat anak-anak langsung nyaman.

Sempat nyaris nyasar pas masuk. Petunjuknya hampir nggak terlihat. Hihihi.. emang hobi nyasar mah, pengennya nyasar aja deh. Area outbond ternyata masuk ke dalam. Setelah mengantri di bagian registrasi, kami (saya, pak suami, duo krucil dan mami bumer) melanjutkan jalan. Lumayan luas ternyata.

Sampai area outbond, acara belum dimulai. Sebagian ibu dari komunitas (mungkin) sudah gelaran tikar di atas rumput. Sebagian lagi cari posisi di saung. Termasuk saya, nyempil dari kelompok ibu-ibu (keluarga) yang sudah lebih dulu duduk si sana.

20151025_081625

Lapangan hijau luas, memang area bermain yang asyik. Anak-anak langsung berhambur ke lapangan lari-larian yang jelas. Bukan Ifa tapinya, dia mah nemplok sama saya terus. Hihihi…beginilah anak introvert. Patut disyukuri, kalau di tengah keramaian kayak gini insya Allah enggak gampang ilang. Beda dengan Rif’an, bawaannya udah pengen main sama orang-orang yang baru ditemui.

Rifan mulai bosan, acara belum juga dimulai. Akhirnya pukul 8.30 panitia memulai acara. Anak-anak diminta berkumpul, berbaris sesuai nama kelompok. Oh, iya. Pengelompokan berdasarkan usia. Kelompok Lobi-lobi usia yang paling kecil. Mungkin usia 4-5 tahun. Masih imut-imut dan lucu. Seingat saya ada 5 kelompok, lobi-lobi, matoa, kecapi, nangkadak, srikaya. Kebetulan Ifa dan rifan terpisah kelompoknya. Rifan di Kecapi, Ifa di Nangkadak.

20151025_083705

Kerepotanpun dimulai, saat Ifa nggak mau jauh-jauh dari saya. Haloo.., kakak. Udah kelas 3 SD loh. Ibunya ilang dikit dari pandangan, wajahnya panik. Begitu saya melambaikan tangan dari jauh, senyum Ifa sumringah lagi. Kalau Rif’an, ah.. dia mah udah asyik sama teman barunya. Faiz namanya. Kemana-mana udah ngobrol seru.

20151025_084308

Agenda pertama kelompok Nangkadak adalah membuat Tempe. Saya mengikuti Ifa sampai masuk ke rumah tempe. Anak-anak kemudian dipakaikan masker, sarung tangan plastic dan mengikat slayer (seperti topi) mencegah keringat menetes di kedelai.

20151025_085652

Belum sempat saya ambil foto tentang pembuatan tempe, saya lihat rombongan kecapi mendekat. Kebetulan letak pembuatan tempe dan kolam kerbau berdekatan. Jadilah saya pindah ke kelompok kecapi.

Agenda pertama kelompok Kecapi ternyata memandikan kerbau. Walah.. pagi-pagi udah basah-basahan, rempong dah. Rifan yang apik dan resik, yang kalau mau pipis aja dipending jika toiletnya nggak bersih, kali ini kudu nyemplung di kolam tempat si karbau berendem. Saya udah khawatir aja nih. Maju mundur, maju mundur cantik. Ragu-ragu mau nyemplung atau tidak.

“Faiz, ayo gandengan sama Rifan. Jalan pelan-pelan, ya.” Ibu di samping saya bersuara. Loh, ternyata sedang memerhatikan dua anak yang sedang maju mundur.

“Ibunya Faiz ya, saya ibunya Rifan.” Kenalan deh.

Ternyata Faiz dan Rifan setype (rumah kalii). Iya, maksudnya nggak nyaman kotor-kotoran dan segala hal yang bau menjijikan. Setelah menyakinkan dua anak yang ogah kotor itu, akhirnya mereka nyemplung juga. Meski enggak mau naik si kerbau karena memang bau.

20151025_090809

Saya mendadak panic. Ingat baju ganti dan perlengkapan mandi ada di saung. Buru-buru deh, lari ke depan. Lumayan olahraga buat saya.

Setelah pembuatan tempe kelompok nngakadak beralih ke permainan science. Ada 3 permainan; berupa solar sel, kantang yang bisa mengalirkan arus listrik dan wire games. Selanjutnya mereka panen kangkung, seruu. Agenda lainnya kasih makan rusa dan nangkap ikan.

20151025_095716

20151025_104918 20151025_105348

Petualang cilik jadi alternative hiburan plus edukasi buat anak-anak. Biayanya relative murah. Hanya 50rb/anak. Letaknya juga tak terlalu jauh. Mudah diakses bagi kami yang tinggal di pinggir Jakarta. Yuuk, ajak anak-anak kesini. Asyik juga buat agenda komunitas. Sementara anak-anak asyik dengan para mentor, para orangtua bisa duduk bareng ngerumpi tentang pengasuhan anak.

Iklan

Penulis: dewiliez

ibu dua anak yang hobi baca buku dan nulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s