krudekrucil

Catatan kecil tentang buku, anak-anak, dan lingkungan.

Zakat, Infaq dan Waqaf

Tinggalkan komentar

Coretan kecil dari launching ZISWAF Al Kahfi 2 Juni 2015

Dikisahkan saat Guz Reza berada di Chicago dan melewati highway, saat itu beliau melihat bangunan gereja yang sangat megah. Bahkan menaranya terlihat dari jarak yang cukup jauh. Akhirnya menepilah sejenak. Bertanya kepada orang di sekitar gereja, siapakah yang membangun gereja semegah ini?

Terjawablah, bahwa gereja tersebut dibangun oleh orang-orang Kristen Mormon. Termasuk kaum minoritas di sana. Aneh, memang. Minoritas bisa membuat rumah ibadah besar seperti itu. Usut punya usut, ternyata mayoritas dari mereka adalah pengusaha. Menariknya, iuran untuk keagamaan mereka sebesar 40% dari penghasilan. Wow, amazing. Belum lagi semangat dari diri mereka, bahwa siapa yang ikut mendirikan gereja akan dibangunkan istana di kerajaan surga. (ini bukan sedang sidang jamaat ya)

Bagaimana dengan kita umat muslim? Andai saja ada dua misi pendirian bangunan rumah ibadah, masjid dan gereja. Bisa dipastikan bangunan mana yang akan lebih dulu berdiri dengan megah. Bukan, bukan karena orang-orang non muslim lebih kaya raya. Tapi semangat mereka mengalahkan semangat kaum muslim (jangan marah, ini kenyataan). Cobalah lihat, jika ada pembangunan masjid, biasanya ada pihak-pihak yang menarik sumbangan. Bahkan tak segan-segan memasang tanda dipinggir jalan, untuk meminta sumbangan dari setiap mobil yang lewat. Aslinya umat muslim yang kaya raya buanyaak. Pada kemana nih?

Padahal, Rasulullah pernah bersabda. “Barangsiapa yang membangun masjid, maka Allah akan bangunkan baginya semisalnya di surga.” (HR. Bukhari, 450 dan Muslim, 533 dari Hadits Utsman radhiallahu’anhu)

Jadi..
Ya, bagaimana mungkin orang non muslim bisa mengambil semangat sabda Rasulullah, sementara kita yang notabene kaum Muslim merasa belum terpanggil untuk berbuat sesuatu.
Haduh, jangan mau kalah atuuh.

Launching agenda ZISWAF Al Kahfi, mengingatkan para relawan bahwa banyak pe-er besar yang harus dikerjakan. Banyak tugas menanti. Apakah para relawan termasuk orang-orang yang militan atau sekedar tim riang-riang (cheer leader)? Hanya kita yang tahu jawabnya.

Ada 3 kategori para sukarelawan (volunteers) dalam penjemputan Zakat infaq dan waqaf, adalah sebagai berikut:
1. Ordinary volunteer
Relawan yang biasa-biasa saja. Sehingga pencapaiannya juga biasa, seringkali tak sampai target.
2. Mediocre volunteer
Sesuai target. Misal target 10, dia akan berusaha mencapai angka 10, tidak lebih tidak kurang.
3. Outstanding volunteer
Dengan bekal militansi yang kuat dia berusaha mencapai jauh di atas target yang ditentukan.

Militansi bisa tumbuh karena:
1. Ikut-ikutan
Semangat jika ada teman yang semangat. Ketergantungan dengan pihak lain cukup tinggi.
2. Rasa takut
Khawatir tidak sami’na wa atho’na pada Pembina.
3. Kebanggaan
Harusnya ada rasa bangga menjadi seroang relawan kebaikan. Bukan hina menjadi relawan.
4. Cinta
Rasa cinta musti, kudu, wajib ada dalam setiap aktifitas kita. Karena CINTA adalah eergy positif yang bisa menyemangati kita untuk terus bergerak.
5. Harga diri

Apa yang membuat orang mengerti dengan yang kita sampaikan?
Sebelum menjawab pertanyaan, mari kita lihat survey.
97% adalah orang biasa-biasa
3% adalah orang sukses
Hal yang membedakan dua kelompok di atas adalah CARA PANDANG.
Yup, golongan 97% memandang sesuatu dengan cara “Seeing is believing” yaitu mereka harus melihat bukti dulu baru mereka meyakini. Harus liat orang sukses dulu baru mau bergerak.
Sementara orang sukses 3% tadi memandang sesuatu dengan cara “Believing is seeing” yaitu meyakini apa yang dilihat.
Mereka yakin, sehingga mereka bergerak untuk menjadi bukti.
Let see, anda bagian dari yang 97% atau 3%?

The point is:
1. Orang sukses siap menjadi bukti.
2. Paham apa yang dia bicarakan dan bisa menyampaikan secara inspiratif.
Contohnya penyampaian inspiratif para relawan adalah seperti berikut:

ZAKAT ; Adalah money protector.
Benarlah, zakat melindungi harta. Andai anda punya harta 100 juta, apakah ada jaminan uang tersebut tidak akan hilang, habis, dan lain sebagainya? Pasti tidak ada jaminan apapun. Jika zakat dikeluarkan, apakah ada jaminan?
Tentu saja, dengan berzakat maka harta kita mendapat jaminan.
1. Mendapatkan keamanan
2. Jauh dari musibah
3. Ada penjamin/yang memberi garansi, yaitu pemilik sejati harta kita.
Satu kasus dikisahkan, satu perusahaan tidak mengeluarkan zakat selama 5 thn. Ternyata diberikan musibah beruntun. Keluarga pimpinan sakit secara mendadak bersamaan, kantor beserta dokumen habis terbakar, hutang menumpuk sekian ratus juta. Saat dikalkulasi, ternyata jumlah kerugian sama dengan jumlah zakat yang tidak dikeluarkan selama 5 tahun, Subhanallah..
Pastinya kita tak mau mengalami hal tersebut. Janganlah sampai Allah ambil harta kita sebagai pengganti zakat. Cukuplah selalu ingat untuk menyisihkan zakat dari setiap penghasilan yang kita terima.

INFAQ; accelerator (percepatan penghasilan)
Penghasilan akan berkembang, berlipat, jika kita rajin mengeluarkan infaq. Analogi seperti orang main bilyard (bola sodok), arah bola yang disodok dengan yang masuk lubang pasti berbeda. Begitulah infaq. Mengeluarkan infaq di sini, bisa jadi rezeki akan datang dari tempat yang berbeda. Allah sudah siapkan rezeki kita, tinggal mau atau tidak menjemputnya.

WAQAF; mendongkrak (melipatgandakan harta)
Contoh yang bisa menjadi inspirasi kita adalah yayasan Ustman bin Affan. Sejarahnya, dulu Ustman bin Affan membeli sumur dari orang yahudi (kisah lengkapnya baca sendiri ya). Sampai detik ini yayasan itu berkembang dengan keuntungan 30Triliun. Harta tersebut adalah waqaf untuk masyarakat di sekitarnya.
Jadi, dengan waqaf tak sedikitpun harta kita berkurang. Bahkan sebaliknya, harta kita bisa berlipat ganda.

Yuuk, jadi relawan yang luar biasa. Mengejar jauh diatas target dengan niat Lillahi ta’ala semata. Semoga Allah mudahkan kerja-kerja kita. Ringankan langkah kaki kita.

Iklan

Penulis: dewiliez

ibu dua anak yang hobi baca buku dan nulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s