krudekrucil

Catatan kecil tentang buku, anak-anak, dan lingkungan.

Go Green and Clean Environment

Tinggalkan komentar

IMG-20150326-WA0014_resized

Judulnya oke banget ya. Go Green adalah kegiatan Al Hidayah Islamic School yang rutin dilakukan tiap tahun. Biasanya saya tidak terlibat secara langsung. Kali ini didapuk untuk mengisi materi tentang Go Green untuk siswa SD. Dududu… kebayang deh, apa yang harus disampaikan kepada bocah-bocah yang masih imut ituh.
Jujur saja, diminta presentasi di depan customer tempat kerja tidak pernah segugup menghadapi anak-anak kecil yang buanyaak. Satu kelas 30 anak (kecuali kelas 1 ada 15 siswa). Setiap grade ada 2-3 kelas. Khusus kelas satu ada sekitar 4-5 kelompok.

Apa yang harus disampaikan? Pan anak-anak, bosen dikit bakalan berisik, bête, ujung-ujung si pembicara bisa ditinggal kabur. Hehehe… untungnya tidak terjadi pada saya.
Saat request datang, infonya audience adalah semua siswa, guru dan MMS (orangtua murid). Hari Rabu sudah buat presentasi dalam powerpoint tentang 3R (reduce, reuse, recycle). Besoknya request berubah, hanya mengisi kelas 1-2 SD. Huhuhu.. kudu putar haluan atuh ya. 3R beserta contohnya terlalu berat dan ngebetein buat anak-anak mungil ini.

Baiklah, kita read aloud saja. bongkar-bongkar buku. Ketemulah Bumi Kita, halo balita jilid belajar membuang sampah. Dapat ide tentang banjir dan biopori. Sip. Tinggal pinjam handauger dari kantor.

Pagi-pagi sekali sudah heboh nyari kaleng, kuas, nyabut tanaman di depan rumah, buat episode menanam di sekolah.

20150327_073831_resized

Agenda Go Green dibuka oleh ketua yayasan. Pagi yang cerah, sinar matahari masih hangat. Belum menggigit kulit seperti siang hari. Acara dipandu oleh Pak guru. Pembagian berdasarkan kelas. Mulailah mereka duduk melingkar siap dengan kaleng, kuas dan gelas plastik (wadah cat).

20150327_075136_resized

Guru-guru mulai mengencerkan cat. Antrian cat menyemut. Setelah siap, mulailah anak-anak mengecat/menghias kaleng. Aduuh, baju seragam tak luput dari olesan cat. Bahkan pipi hidung dahi mereka ada juga yang kena cat. Mereka semangat sekali. Belum lagi jika gelas berisi cat tumpah. Dengungan suara anak-anak seperti lebah.

20150327_081321_resized

Selesai acara ngecat kaleng/ember/wadah untuk tanaman, mereka berkumpul di lapangan. Tibalah saatnya saya berbagi sedikit tentang go green. Ternyataaa.. kembali seperti awal. Kelas 1-6 SD digabung jadi satu.

Walah.. udara sudah mudah panas, pukul 9.30. Kondisi di lapangan, tidak mungkin read aloud, akhirnya cari akal. Mulailah saya sampaikan arti Go Green, mengapa harus Go Green, dan lain-lain. Sesekali saya lempar pertanyaan kepada siswa. Jawabannya lucu-lucu. Ada yang menjawab Go Green = Ayo, hijau. Penghijauan, nanem pohon, dan lain-lain. Satu siswa Afif namanya, menjawab sambil berteriak di samping saya. “Go Green itu pemadam kebakaran, Bu..” Hmm, oke juga. Dengan go green jadi kebakaran hutan berkurang ya, Fif. Menamani hutan kembali, alias reboisasi.

Intinya, menanam adalah salah satu cara untuk mengjihaukan bumi. Lainnya, bisa dengan banyak hal. Mengurangi sampah, membuang/memilah sampah, harus membuang sampah pada tempatnya, membuat kompos dari sampah organic.
Selanjutnya saya sampaikan juga pembuatan biopori. Anak-anak penasaran begitu melihat handauger (alat bor tangan).

Pembuatan biopori sebagai berikut:
• Lubangi tanah dengan handauger sampai kedalaman 1 meter
• Jika air tanah dangkal, kurang dari 1 meter bisa.
• Masukkan pipa berdiameter 10cm ke dalam lubang tadi.
• Masukkan sampah organic kedalam lubang. Penuhi sampai menutup lubang pipa. Agar tidak bergeser, tepi pipa di permukaan tanah bisa ditambahkan semen sekeliling lingkaran luar pipa.
• Biopori selesai. Proses pembusukan bisa membuat tanah menyimpan air dengan baik.
• Buatlah jarak antara lubang biopori 1meter.

Begitu guru mempraktekan mereka hampir serentak berkumpul melihat tanah yang dilubangi. Tak hanya anak-anak, guru, orangtua murid juga tertarik dengan biopori ini. contoh satu lubang dilanjutkan menjadi beberapa lubang. Si bapak guru kesenengan, kayak sedang main tanah.

Alhamdulillah, sesi materi tentang Go Green selesai. Lega euy. Sekarang tiba waktunya menanaam.. yey senangnyaa.

20150327_083633_resized_1

Anak-anak mulai mengambil kaleng yang catnya sudah kering. Menenteng tanaman, kemudian mulai mengisi dengan tanah merah dicampur kompos siap pakai. Lucu, seru dan heboh. Anak perempuan yang anti kotor banyaak. Memegang tanah dengan jijik, padahal bersih loh. Tanah merah yang segar yang biasa digunakan pertamanan lippo. Ada yang iseng timpuk-timpukan pakai tanah. Ada yang iseng menginjak-injak tanah, lari-lari di atas gundukan.

Ada satu siswa berkebutuhan khusus, mulai merebut polibag temannya. Alhamdulillah, bu Guru segera mengingatkan untuk meminta izin pada pemilik polibag.
“Oh.. Afif mau bantu ya. Boleh. Bagaimana kalau bersama Dafa memasukan tanah ke dalam polibagnya?” Afif mengangguk setuju.
“Aku mau sama Dafa, nggak mau sama Bu Aini.” Bu Guru tersenyum.
Masya Allah.., jadi guru SD kudu punya stok sabar yang tak boleh habis ya. Sabar isi ulang deh.

Selesai menanam, acara snack time. Yes, udah haus dan lapar juga. Agenda Go Green pun selesai. Menyisakan pe-er yang harus dikerjakan. Bagaimana mengurangi sampah? Mengolah sampah menjadi lebih bermanfaat, sehingga kalaupun ada sampah yang harus kita buang, jumlahnya sangat sedikit.
Anak-anak saja Go Green, masa kamu enggak?

Iklan

Penulis: dewiliez

ibu dua anak yang hobi baca buku dan nulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s