krudekrucil

Catatan kecil tentang buku, anak-anak, dan lingkungan.

Cerita Horor Buat Krucil

4 Komentar

Malam minggu lalu, hujan deras tak kunjung reda. Pukul 21.00, saya dan duo krucil ngerungkel di balik selimut. Lampu sudah dimatikan. Berharap mereka segera tidur. Eh, ternyata mereka masih 100 watt. Jadilah duo krucil meminta saya bercerita. Kali ini temanya “Cerita Horror”. Sempat bingung, request cerita yang  tak terduga. Cerita horror yang tidak membuat anak takut. Tapi cukup nderedeg. Cepat putar otak.

Mulailah saya bercerita:

Tentang Dio, anak yang tidak mau ikut ayah ibunya pergi ke rumah Eyang di Bogor. Bahkan berbohong pada orangtuanya, akan menyusul dengan Tante Inu. Saat malam tiba, Dio beranjak tidur. Tiba-tiba listrik di rumahnya padam. Dio mulai takut. Dia tidak mau turun dari tempat tidur. Selimutnya menutupi sampai kepala.

Satu menit, dua menit, sepuluh menit. Lampu belum juga menyala. Dio mulai resah.  Terpaksa dia membuka selimut. Gerah. Dio memberanikan diri, mengintip lewat jendela kamar. Di luar juga gelap. Hening. Tak sengaja, Dio mendengar ada suara langkah kaki di luar kamarnya.

Cerita sengaja dihentikan sementara sampai sini. Saya melirik ke arah duo krucil. Mereka mendadak merapat. Memegang erat lengan saya. Selimut juga ditarik menutupi leher. Ifa di kanan, Rif’an di kiri. Gelap, saya tak bisa jelas melihat ekspresi wajah mereka. Tapi jelas sekali mereka berdua tegang.

Cerita berlanjut..

Suara kaki terdengar makin mendekat. Dio menahan napas. Kali ini terdengar ketukan di pintu. Dio menutup mulutnya agar tidak berteriak. Ketukan di pintu makin keras.

“Siapa?” tanya Dio dengan suara bergetar karena takut.

Tak ada jawaban. Mungkin suara Dio tidak terdengar. Hening, tak ada suara ketukan lagi. Dio melangkah menuju pintu. “Siapa di luar?” Dio memberanikan diri membuka pintu.

Begitu pintu terbuka, ternyata yang sedang berdiri adalah…..

Duo Krucil tiba-tiba teriak, “Hantuu..,”

“Siapa bilang ada hantu?” tanya saya sambil terkekeh.

“Itu, yang di depan pintu kamar Dio, siapa?” Rif’an balik bertanya.

Demi memuaskan rasa penasaran duo krucil, cerita berlanjut lagi.

“AAA..,” Dio berteriak.

Tiba-tiba ada tepukan di pipi Dio. Tangan yang besar dan dingin.

Dio tidak berani membuka matanya.

“Dio!”

Dio kenal suara itu. Ternyata dia adalah Om Chandra, pamannya Dio. Om Chandra nggak ikutan ke Bogor karena ketiduran di kamar. Terus, ketinggalan deh. Tapi Dio nggak tahu ada Om Chandra di rumah.

Ibu tahu, kalau ada Om Chandra yang menemani Dio. Jadi Ibu nggak khawatir atau takut meninggalkan Dio di rumah sendirian.

Cerita selesai, duo krucil terlihat bernapas lega.

“Aku pikir hantu,” ujar Rif’an sambil nyengir lebar.

“Adek deg-degan ya?” tanya saya.

Rif’an mengangguk. Duh.., maaf ya nak. Ternyata beneran mereka tegang. Degup jantungnya kenceng bener. Begitu juga dengan Ifa.

“Ibu, nggak usah cerita yang serem lagi, ya,” pinta Kakak.

“Iyaa..,” jawab saya sambil geli sendiri.

Namanya juga krucil, tadi mereka yang minta. Giliran saya cerita malah takut beneran.

Iklan

Penulis: dewiliez

ibu dua anak yang hobi baca buku dan nulis.

4 thoughts on “Cerita Horor Buat Krucil

  1. aku kalo udah mau ngajakin kinan tidur nggak berani cerita serem serem mak…kinan suka ngelindur takut nanti tidurnya malah nggak nyenyak…:) aku bawa rileks cerita yang santai santai aja..aku penakut juga soalnya

  2. sesuai request, duo krucil. Sekarang cerita Dio & Tante Inu, sudah sampai seri-3. Nggak serem, cuma bikin deg-degan aja. niatnya sih, biar mereka nggak takut sama gelap, nggak takut kalau di kamar mandi, atau ngapai-in sendiri.

  3. hahaa.. krudekrucil keren euy ceritanya
    btw aku suka tampilan blognya deeh

  4. mbak Tanti, saya jarang banget update blog. ngisinya kalau pas inget. tampilan blog begini karena saya belum bisa ngutak-ngatik. pengennya kerena kayak blog mbak tanti. mbak dedew akd, dll. kudu kursus dulu kayaknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s