krudekrucil

Catatan kecil tentang buku, anak-anak, dan lingkungan.

Kue Kecil Untuk Ifa

Tinggalkan komentar

Baju baru, tumpukan kado dengan sampul indah, black forrest ukuran besar, rainbow cake, hiasan balon warna-warni biasanya menghiasi perlehatan ulang tahun anak seusianya. Tapi tidak untuk My little angel Ifa. Entah dia kasian pada ibunya yang masih berteman baik dengan varicella, atau memang dia tidak suka dengan acara rame-rame semacam itu.

Sehari sebelum milad, saya sempat bertanya, “Kakak besok sudah tujuh tahun. Sholatnya mulai tertib 5 waktu, ya. Sebagai hadiah kakak sudah rajin belajar, mau dikasih kado apa dari Ibu?” Ifa tidak langsung menjawab, hanya senyam senyum seperti biasa.

“Kakak mau mainan, buku, atau apa? Insya Allah kalau uangnya cukup, Ibu belikan.” Penasaran dengan keinginan si sulung.

Pelan tapi pasti, dia mendekat. “Terserah Ibu aja, mau beli apa,” jawabnya berbisik.

Meleleh deh..

Ya sudah, saya niatkan untuk mencari barang yang pernah Ifa inginkan dari dulu. Emak pelit beraksi.

1.       Browsing hanbok dengan harga murah meriah tapi kualitas bagus.

2.       Mengganti Iqro lama Ifa yang sudah buluk, karena keseringan dibaca. Wah, Alhamdulillah punya stok IQRO plus Juz’ama bagus.

3.       Membawa pulang buku anak Roald Dahl.

4.       Cari kue, minimal yang imut enak dan nggak bikin kantong eneg.

Point pertama, Alhamdulillah ketemu penjual hanbok dengan harga sesuai kantong. Iqro, siap dijemput. Si Iqro plus juz’ama sempat nginap lama di rumah bumil. Buku Roald Dahl mulai dicicil bawa pulang, plus membacakan untuk anak-anak. Terakhir yang paling susah. Nyari kue imut nggak nemu juga. Berharap nemu di Hypermart, eh.. belum rezeki. Penjualnya bilang, frezzer dia sedang rusak. Jadi tidak nyetok kue tart untuk sementara waktu. Emak rempong ini tetap kekeuh surekeuh, nyari kue. Walau anaknya nggak pernah ngotot minta kue.

Ke carefour juga nggak ada, malah beli sandal jepit buat Ifa. Hihihi.. emak-emak gini nih. Niat beli apa, jadinya malah dapet sandal. Jalan pulang lewat toko roti, usaha terakhir deh. Turun mobil, masuk toko. Lihat di etalase, walaaah. Nggak ada juga kue tart atau black forest. Cuma nemu kue suer duper imut ini.

Khawatir, Ifa kecewa lihat kuenya imut dan nggak ada cakep-cakepnya. Ini mah emaknya yang pengen.

Alhamdulillah, Ifa lihat kue imut langsung sumringah wajahnya. Masya Allah, nak..

Saya pikir dia bakal bête, sedih, eh.. ternyata Ifa lebih dewasa dari yang saya duga. Lagi-lagi saya salah menilai anak-anak.

Jadilah hari itu, makan kue imut bareng-bareng.

IMG-20140109-WA0015

“Nggak apa-apa kok kuenya kecil. Ibu udah beliin aku buku yang banyak. Iqro baru aku keren. Makasih ya, Ibu.” Ifa ngomong sambil serius makan kuenya. Lagi-lagi si emak dibuat meleleh oleh Ifa.

Makasih ya, Kakak. Ibu sayaang sama Kakak Ifa.

Semoga jadi anak yang sholihah, bersih hatinya, bening jiwanya, cerdas pikirnya.

Robbi habli minasholihiin..

Iklan

Penulis: dewiliez

ibu dua anak yang hobi baca buku dan nulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s