krudekrucil

Catatan kecil tentang buku, anak-anak, dan lingkungan.

MISKOM bukan baskom

1 Komentar

Sketsa 1.
“Hasil analisa farli tolong disampaikan ke bu Dina ya.., jika dia tanyakan data yang lalu saat Faisal analisa ya jawab seadanya. Tapi jika tidak ditanya ya..tak usah. Karena hasilnya meragukan. “ Pesan saya kepada Dila, yang kebetulan ada di ruangan saya untuk minta tandatangan form pengajuan bahan kimia.
“Iya bu.” Jawab dila, tanda mengerti apa yang saya sampaikan barusan.

Sebelum farli berangkat ke lokasi, saya menyempatkan ke ruangan mereka.
“Jangan lupa, ambil sample pada bak aerasi, dan outlet hasil filtrasi. itu kalau proses di fltrasi bisa berjalan atau pompanya dalam kondisi baik.” Tambah saya lagi.
“Iya bu…” Jawab Dila dan Farly hampir bersamaan.

Dua jam sudah berlalu, Dila masuk ke ruangan saya.
“Ibu, kata farli pompa untuk ke filter tidak berfungsi. Jadi dia tak bisa ambil sampel. Bagaimana ini bu. Kalau mau ambil sampel di bak sebelum filter bisa. Tapi kalau ambil yang sesudah filter tak bisa. Jadi harus bagaimana?” Pertanyaan panjang dila membuat saya terbengong.

“Ya.. kalau ambilnya di bak sebelum filtrasi ga beda jauh dong sama ambil dari bak aerasi, toh di bak tersebut air hanya numpang lewat. Tak ada waktu tinggal setelah proses aerasi. Jadiii… parameternya pun tak jauh berbeda. Yang diperlukan setelah filtrasi bagaimana hasilnya? Kalau pompa rusak yaa.. harus diperbaiki dulu. Baru nanti sampling setelah jalan normal.” Jawab saya panjang kali lebar sama dengan luaaas.

“jadii… ga usah ambil sampel bu?” tanya Dila lagi…

” ya tak usah, neeeng.”Jawab saya, sambil nyengir lebaar.

Sore, Farli kembali dari RS.A. tak lama sebuah pesan singkat masuk.
“Bu Lis, kok saya tidak dishare hasil analisanya ya, mohon di emailkan ke saya bu.”
Bingung, kenapa Farli tidak share. segera saya konfirm ke Farli. mengapa tak menyerahkan hasil tersebut kepada bu Dina.

“Bu, kata mba Dila. Kalau bu Dina tanya kasih, tapi kalau tidak tanya tak usah kasih hasil analisanya.” Jawab farli.
Ternyata or ternyata, miskom deh.

Gubrakss… tuing-tuing..

sketsa 2
“Ibu, besok ada yang dari workshop akan ke Rumah Sakit A. Saya perlu ke sana lagi ga untuk ambil sampel?” tanya Farli
“Kita butuh ambil sampel ke sana, tapi harus dijamin dulu oleh pihak workshop. Bahwa pompanya bisa diperbaiki pada hari itu juga. Jika yakin kamu bisa berangkat bareng mereka. Tapi jika tidak, jangan dulu. Tunggu pompanya berjalan dengan baik. Baru kamu berangkat sampling. Toh.. percuma kamu ikut besok jika pompa ternyata masih rusak.” Jawab saya menjelaskan, berharap tidak terjadi hal yang sama seperti pagi tadi.

Keesokan harinya..
“Ibu, apa saya perlu ke RS.A?” tanya farli
“Loh… kok tanya saya lagi? Kemarin kan sudah saya jelaskan. Konfirmasi dulu ke pihak workshop, jika mereka sudah yakin dan jamin bisa selesai pekerjaan perbaikan pompa hari ini, maka kamu bisa ikut berangkat. Jika tidak tak usah. Apa masih kurang jelas pernyataan saya?” jawab saya agak naik satu oktaf.
“Pak Tris, bilang hari ini bisa selesai bu. Jadi saya harus berangkat ya bu?” tanya Farli lagi..
“Far, kamu ngerti omongan saya barusan ngga? Kan sudah saya bilang. Kalau oke hari ini berangkat, kalau tidak tak usah berangkat. Artinya ngerti ngga?” jawab saya berusaha tidak esmosi.
“Iya bu, ngerti. Berarti,saya berangkat ya bu?” tanyanya lagi.
???!!##….

Iklan

Penulis: dewiliez

ibu dua anak yang hobi baca buku dan nulis.

One thought on “MISKOM bukan baskom

  1. SABARRRRRRRRRRRRRRRRRRRR…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s