krudekrucil

Catatan kecil tentang buku, anak-anak, dan lingkungan.

Kapok Pasang Poster

Tinggalkan komentar


Jadwal pengajian pagi, alias mentor memenuhi MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum) Agama Islam semester satu. Hari ini rasanya malas betul untuk tetap terjaga setelah semalaman begadang mengerjakan laporan praktikum Kimia Dasar. Inginnya segera menarik selimut dan melanjutkan mimpi. Alih alih tidur pulas saya harus bergegas mempersiapkan acara mentor karena kali ini, karena kebagian  menjadi tuan rumah.

Mulai membersihkan kamar tidur, sesekali kaki terantuk pinggir dipan & kaki meja. Maklum, menyapu sambil merem melek, agak mengantuk. Merasa lebih percaya diri untuk menerima tamu, jika kondisi kamar bersih, lagi harum. Berhubung tidak punya pengharum ruangan, akhirnya baby cologne sengaja dipercikkan ke penjuru ruangan. (ga modal banget ya). Yakin kamar bersih, kinclong, tak ada debu di meja dilanjutkan dengan menyiapkan panganan kecil untuk teman-teman yang nanti datang.

Sekitar jam tujuh, satu persatu teman mentor datang. Orang yang paling pagi datang justru mba Tri, kakak kelas satu tingkat di atas saya. Jilbaber yang ditugaskan dosen Agama untuk membimbing kami mahasiswa tingkat satu dalam mentoring pekanan. Berbekal segudang kesabaran, mba Tri membimbing kami untuk dikenalkan dengan Islam yang indah. J

Tempat saya kos adalah sebuah rumah dengan tujuh kamar tidur, dengan tidak ditunggui sang pemilik kos, karena sang pemilik punya rumah di daerah Cisarua. Kami bertujuh perempuan semua (pasti lah..), demi menjaga keamanan dan kenyamanan lahir batin. Kebetulan kamar saya terletak di bagian belakang berdekatan dengan 2 kamar tidur lainnya, mengelilingi kolam ikan, dan ruangan untuk sektrika. Sebelah kamar saya langsung kamar mandi. Jadi dengan mudah saya tidak perlu antri, atau sambil merem juga bisa ke kamar mandi. Meski tanpa AC tapi tempat kos ini adem ayem,  namanya juga di bogor, kota Hujan.

Back to pengajian. Mentoring dimulai dengan membaca Basmalah, tilawah Qur’an bergantian, dan diisi dengan penyampaian materi tentang Ma’rifaturrasul. Saya sempet degdegan pas dapet jatah membaca Al Qur’an. Maklum, sekedar baca sih bisa, tapi tajwidnya ampuuuun…, banyak salah. Keringet dingin sampe ngucur saat disuruh ngaji. Tiba-tiba saja suara jadi menghilang. (sindrom mentoring)

Setelah tilawah, mulailah mba Tri mengisi materi. Saya terkantuk-kantuk mendengar suaranya yang halus, merdu, apalagi saat beliau tilawah. Hm…. Pengen tidur lagi rasanya. (dasar murid mentor bandel). Entah sudah tertidur sepersekian menit, saya dikagetkan dengan pertanyaan mba tri.

“ Des, itu poster siapa?” tunjuknya ke arah poster besar tepat di depan pintu kamar saya. Poster berukuran 1m x 1,5 m, gambar Axl Roses, vokalis dari grup music Gun’s and Roses.

“ Hm… itu poster saya mba,” jawab saya gelagapan, sambil berusaha melotot. Mendadak  rasa kantuk saya hilang.

“ Idolanya Des ya?” Tanya mba Tri lagi tetap dengan nada yang datar dan senyum di bibirnya.

“ Ya….gitu deh mba, seneng aja sama lagu-lagunya. Sama orangnya juga abis cakep sih, keren banget, macho.” Jawab saya polos, duh kok ya pede banget jawabnya kaya gitu. Keceplosan euy.

“ Oh…, jadi idolanya si Axl Rose itu ya? apa Des juga tau Axl itu agamanya apa, trus kegiatan sehari-harinya dia itu seperti apa, bagaimana akhlaknya, apa sifat baik dan buruknya, apa dia memang benar-benar patut menjadi idola? mau tau ngga sosok yang pantas dijadikan idola. Lelaki ini jauh lebih keren dan oke loh sama si vokalis itu.” Pertanyaan Mba Tri banyak bener.

Saya jadi penasaran. Sebetulnya siapa sosok yang pantas dijadikan Idola, bahkan oleh jilbaber sekelas mba Tri. Fikiran saya mulai menebak-nebak siapa sosok itu.

“ Mba, sebenarnya siapa sosok yang pantas kita idolakan?” Tanya saya dengan penasaran.

“ Beliau sosok yang sangat mulia, akhlaknya seperti Al Qur’an berjalan, tampan pula, kulitnya putih bersih, harum, sangat santun tutur katanya. Beliau sangat mencintai Allah dan Allahpun sangat cinta padanya. Mendapat gelar Al Amin, karena kejujurannya. Mencintai orang miskin, dan hatinya sangatlah lembut. Pastinya Des sudah tau siapa sosok yang patut dijadikan idola. Tidak lain, dialah Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam.” Penjelasan mba Tri, sungguh panjang kali lebar sama dengan luas.

Membuat saya tersadar dan malu, bahwa tidak sepantasnya mengidolakan sosok  vokalis yang seperti itu. Bahkan sosok Rasulullah pun sedang dibahas saat mentoring pula. Duh… malu…, rasanya merah kuning hijau di langit yang kelabu deh, wajah saat itu.

Sementara teman mentoring yang lain cuma mesem-mesem aja. Dasar assshem, kenapa tidak ada yang mengingatkan tentang poster itu. Andai saja ada yang mengingatkan untuk mencopot sebelum acara mentor dimulai, pastinya tidak mendapat bonus 2 sks masalah idola. Tapi biarlah, mungkin ini sudah rencana Allah, agar saya tersadar dari hal yang salah, mengidolakan orang yang salah pula.

Terimakasih mba Tri, untuk tausiyah singkatnya. Poster itu akan dicopot dan disimpan di kolong tempat tidur. Biarlah jadi teman kecoa, atau bahkan dibuang saja. Mulai saat ini saya harus belajar mengenal sosok lelaki yang pantas dijadikan idola. Cara Allah sungguh unik, mengingatkan kesalahan saya. Mentor pagi ini mendapat bonus tentang sosok yang wajib dijadikan idola, (hm…teguran yang manis).

Iklan

Penulis: dewiliez

ibu dua anak yang hobi baca buku dan nulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s