krudekrucil

Catatan kecil tentang buku, anak-anak, dan lingkungan.

Kapalan Atlet Boxer ala Tole

Tinggalkan komentar

Menunggu seorang calon customer datang, kami bertiga mencoba menghabiskan waktu dengan duduk di sebuah rumah makan fast food.  Saya, Ara dan Tole memesan soft drink dan aneka burger.

“Tole, kamu tidak pesan nasi?” Tanya saya kepada Tole, yang hanya memesan sebuah burger kecil dan soft drink.

“Engga usah bu, ini aja. Biar sama makanannya sama Arad an Ibu.” Jawab si Tole singkat, dengan tanpa ekspresi.

“Wah, kalau saya tadi sudah makan di rumah. Kamu mau pesan yang lain boleh kok. Mumpung tamunya belum datang. Nanti lapar loh, hanya diganjal burger kecil begitu.” Saya mencoba mengompori Tole untuk memesan menu lainnya.

“Makasih bu, nanti saja cari nasi. Habis sholat dzuhhur saja. Jangan di tempat ini, engga kenyang.” Jawab Tole malu-malu.

Duduk di hadaan saya Ara dan Tole. Sepintas saya melihat ada tanda berwarna hijau agak kehitaman di punggung tangan Tole, tepatnya di persendian antara jari dan tangan. Seperti kapalannya tangan para karateka yang sudah mahir, efek dari sering meninju. Penasaran coba mencari tau apakah tanda kehitaman itu benar seperti dugaan saya.

“Le, tangan kamu itu hitam-hitam kenapa?” Tanya saya kepada Tole yang baru saja menggigit burgernya. Belepotan saus.

“Yang mana bu?” Tanya Tole bingung.

Saya menunjukkan ke arah sendi jarinya yang menghitam, agak bundar kecil pas di ujung tulang.

“Oh, ini.” Jawabnya ragu

“Iya, itu kapalan atau apa? Kamu ikutan karate ya? Setau saya teman-teman yang pernah ikut karate, tangannya kapalan seperti itu. Saya mau tau saja, benar atau tidak.” Tanya saya lagi.

“Oh, ini bu. Dulu saya pernah ikut boxer. Nah guru-guru dan senior saya kok tangannya pada kapalan dan hitam-hitam begitu. Jurus mereka juga oke banget. Jagoan dah pokoknya. Saya pengen banget seperti mereka. Latihan terus menerus. Tapi kok, tangan saya engga ada juga kapalannya. Akhirnya saya nekat aja.” Penuturan Tole sempat terhenti. Saya makin penasaran.

“Terus, kamu pukulin apa sampai tangan hitam begitu?” Tanya saya lagi.

“Hm, bukan mukulin apa-apa bu. Saya pergi ke tukang tato aja.” Jawabnya malu-malu

“Tato, apa hubungannya boxer sama tato? Memangnya tukang tatonya jago boxer dan kamu berguru sama tukang tato itu?” Tanya saya tambah bingung.

“Bukan bu, bukan begitu maksudnya. Ini, tangan saya akhirnya ditato aja, biar warnanya hitam seperti kapalan. Biar seperti jagoan boxer bu, kalau dari jauh engga kelihatan kapalan, tapi hitamnya iya. Aslinya, tangan saya engga kapalan kok, lah wong ikut boxer cuma sebulan. Tapi jangan bilang siapa-siapa ya bu, saya malu nih.” Jawab Tole sambil nyengir lebar

Iklan

Penulis: dewiliez

ibu dua anak yang hobi baca buku dan nulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s