krudekrucil

Catatan kecil tentang buku, anak-anak, dan lingkungan.

Anak Cerdas ORTU Speechless

Tinggalkan komentar

Sudah seminggu ini, saya tidak melihat Iffa melompat-lompat seperti biasanya. Usut punya usut, ternyata kakinya ada benjolan, sehingga jangankan lompat, berjalan saja Iffa tertatih. Tidak tega melihat kondisi Iffa yang lain dari biasanya, saya pergi ke rumah sakit terdekat.  Diagnosisnya , kakinya kena virus (entah virus apa). Yang jelas obat yang diberikan lumayan cukup banyak.  Setiap saat pulang kerja selalu mengingatkan Iffa untuk minum obat. Malam itu, Iffa baru saja minum obat (diantaranya ada antibiotik).  Selang beberapa menit, Iffa minta dibuatkan susu.

“ Ibu, kakak mau mimi susu.” Pinta Iffa pada saya. Sambil berbaring di kasur dengan memeluk guling kesayangannya.

“ Sebentar lagi ya kak, kan baru minum obat.” Jawab saya.

“Ibuuu….., kakak mau mimi.” Pintanya lagi. Kali ini dengan suara yang lebih keras.

“ Sebentar lagi sayang.” Jawab saya mencoba menenangkan. Ternyata tidak digubris Iffa.

“Teteh…., ngomong dong sama Ibu. Kakak mau mimi susu.” Iffa mulai merajuk pada teh mira, yang juga sedang duduk menemani Iffa.

“ Kakak, kan ibu bilang nanti. Sebentar lagi.” Jawab the Mira.

“ Ih….teteh…., ngomong atuh…, sama ibu. Kakak mau mimi nih” pintanya lagi, sambil meunjuk saya. Kami bertiga sedang  berada di kamar Iffa.

Saya hanya bisa geleng – geleng kepala. Gimana caranya menjelaskan ke Iffa. Bingung.

———–

Besoknya saya mencoba ke dokter lain, karena kondisi benjolan dikaki Iffa yang semakin membesar.  Alhamdulillah, benjolannya berhasil dibuang (baca: bedah kecil), walaupun meninggalkan trauma pada Iffa. Saat akan dibuang ebnjolan tersebut, saya pegang kedua tangan Iffa, dan mencoba menutup matanya supaya tidak melihat gunting, pinset, dkk. Tapi ternyata iffa protes, saat saya tutupi.

“ Ibu, yang benel dong, pegangin kakaknya. Kakak ga keliatan nih.” Protes Iffa sambil mencoba tetap melihat apa yang dilakukan dokter, disela tangisannya.

Duh….hati saya hancur, lihat tangisan Iffa.  Tapi lucu juga dengar kata-katanya barusan. Penasaran tapi takut. Maafkan Ibu ya kak…

—————–

Pulang dari rumah sakit  ba’da ashar. Saatnya minum obat, saya mencoba bertanya pada Iffa. Karena sepanjang pulang dari dokter, Iffa tidur pulas baru bangun pas maghrib. Begitu terjaga, Iffa tidak mau makan, hanya susu yang dia mau. Sampai botol ketiga, saya penasaran.

“ Kakak lapar? Makan aja ya.” Bujuk saya

“ Kakak ga mau makan ibu, mimi susu aja.” Jawabnya

“ Jangan minum susu terus atuh, makan ya. Makan roti deh, apa biskuit. Biar perut  kakak ada isinya.” Bujuk saya lagi. Berharap iffa mau salah satu yang saya tawarkan.

“ Ga mau ibu…., kakak mau mimi aja” jawabnya tak kalah tegasnya.

“ Dari tadi kakak minum susu terus, kapan minum obatnya.” Tanya saya pada Iffa, yang sedang asik menonton film Garuda Di dadaku.

Kemudian Iffa menjawab, dengan tanpa ekspresi dan mata tetap tertuju pada TV.

“ Kapan aja.” Jawabnya santai.

Saya nyengir bingung. Sambil mengacungkan jempol saya ke arah Iffa. Dalam hati maksudnya berkata ‘hebat….kakak bikin ibu bingung’, Eh….Iffa malah membalas mengacungkan telunjuknya. (kok jadi suit?)

Lalu saya membalikkan posisi acungan jempol menjadi terbalik ke arah bawah, maksdunya ‘ga OKE kalo ga mau minum obat’, Iffa malah membalas denganmengacungkan jempol ke arah atas.

“ Oke….bu.” katanya.

Gubraks….(skore 1-0 untuk Iffa).

———-

Saya kadang befikir, apa semua anak kecil susah disuruh tidur. Karena sayapun dulu begitu. Sekarang, setiap saya meminta Iffa untuk tidur selalu ada saja jawaban cerdas. Seperti kejadian siang ini.

“ kakak tidur dong…., udah jam 2 siang tuh. Kalo ga tidur siang nanti pusing loh.” Pinta saya. Sambil terus mengipasi Iffa (special request walaupun AC atau kipas angin menyala).

“ Ini kakak uda tidul.”  Jawab Iffa yang sudah dalam posisi PW (tiduran sambl meluk guling), tapi matanya tetap bulat terbuka.

“ kalau tidur, matanya merem dong. Kaya gini nih.” Saya mencontohkan dengan mata terpejam. Berharap Iffa mengikuti saya.

“ ini kan kakak udah tidul, tuh….kan ga berdili, tapi tidulan dikasul. Kakak udah tidul ibu….” Iffa ngeles.

Bener sih, jawabnnya. Posisi Iffa dalam posisi tiduran. Tapi maksud saya tidur beneran

Iklan

Penulis: dewiliez

ibu dua anak yang hobi baca buku dan nulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s